Jurnal #OASEEKSPLORASI2017 #3

Hari Rabu (01/11)

Pagi hari, tetap sama dengan yang kemarin kami makan pagi, tetapi menunya beda, kami makan ikan sekarang. Setelah kami makan pagi, Aku, Ceca, dan Zaky siap-siap untuk mengerjakan outputnya. Hari ini bapak Syarifudin akan memancing lagi, tetapi Ceca ikut untuk outputnya dan aku juga ikut karena, aku ingin mengambil gambar kapal bapak Syarifudin buat outputku. Setelah selesai aku pergi, dan Ceca dan bapak Syarifudin pergi. Aku langsung keliling-keliling untuk mencari gerobak yang sedang jualan atau yang sedang mengangkut barang, tapi sebelumnya aku ke rumah mentor dulu untuk menanya kapan aku bisa ke STP untuk mengambil botol minumku, tetapi ternyata botol minumku sudah di mereka.

Di dalam perjalanan ini aku belum wawancara tentang sepeda motor, sepeda, dan becak. Sebenarnya  aku tidak perlu wawancara tentang gerobak, tetapi aku perlu wawancara tentang gerobak, karena mungkin saja gerobaknya beli atau bikin sendiri. Jadi aku menyari narasumber, dan ketemu :D. Ibu-ibu yang sedang berjualan yang bernama Maiun. Jadi aku wawancara dan setelah selesai aku ke pulau Kelapa, karena di pulau Harapan tidak becak, jadi aku ke sana. Sampai sana aku ketemu dengan bapak Hasanbasri seorang tukang becak yang sudah mengerjakan pekerjaan ini hampir 30 tahun dan ia sudah tinggal di pulau ini selama 40 tahun. Beliau bukan orang asli sini tapi beliau lahir di Kronjo, Banten. Setelah aku selesai wawancara, aku pulang dan makan siang di rumah.

Sebenarnya aku ingin wawancara ibu Saroh karena kebetulan, keluarga inangku punya sepeda dan sepeda motor. Tapi ibu Saroh tidur jadi gak bisa :”. Ya sudah aku ke saung untuk mengerjakan logbook dan jurnal, karena di saung juga ada Atala dan Husayn yang juga sedang mengerjakan logbook dan jurnal. Jadi kami mengerjakan itu dan makin lama, makin rame. Sampai Zaky dan Kaysan memberi lapis bogor yang sebenarnya oleh-oleh buat keluarga inang masing-masing, semua pada makan itu kecuali aku yang cukup mencurigakan karena di dalam pikiranku, aku dibisikkan bahwa jangan makan itu.

Lapis itu tinggal setengah dan aku tetap tidak ingin memakan itu karena masih tidak percaya. Setelah beberapa sudah pergi, dan kak Shanty dan kak Lala ke saung, kak Shanty menanya mengapa ini masih setengah, karena kue lapis itu sudah jamuran dan itu untuk sebenarnya untuk ikan-ikan. Semuanya terkejut karena Zaky dan Kaysan bilang lapis ini buat kita, tapi ternyata buat ikan :v. Aku langsung bersyukur karena aku tidak makan lapis itu.

Setelah itu kita langsung membuang lapis itu. Hari mulai sore dan jajanan makin banyak, dan aku pulang ke rumah karena aku ingin mengambil tempat makan karena, kemarin pada jajan cimol yang membuatku ingin itu, tetapi sayangnya cimolnya gak ada :”. 17:50 aku, Ceca, dan Zaky pulang, dan aku mulai wawancara dengan ibu Saroh. Setelah selesai kami makan malam. Dan juga seperti kemarin kami akan bertemu dengan kak Opal tetapi sekarang di rumah mentor tidak tahu mengapa.
 Ya sudah kami ke sana jam 7:55. Sampai sana ternyata kami harus di sana jam 8:15, dan juga ternyata karena ini malam terakhir jadi pada ngumpul di situ tapi bukan diskusi tentang output atau logbook atau jurnal, tapi kami diberi pertanyaan tentang teman-teman yang serumah dan perjalanan ini. Jadi aku menulis tentang Ceca, dan Zaky, Ceca menulis tentang aku dan, Zaky, Zaky menulis tentang aku, dan Ceca. Dan kami juga dapat berita bahwa bapaknya kak Lala dan kak Andit atau kakeknya Yudhis dan Tata dioperasi, jadi kak Lala harus pergi lebih pagi karena kak Lala harus ke Surabaya.

Setelah ini semua sudah selesai kami semua pulang dan beres-beres barang karena besoknya kami pulang, dan kami tidur.


Di hari ini aku belajar bahwa di pulau lebih banyak kendaraan yang bermotor daripada kendaraan yang tidak bermotor, yang membuat pulau ini banyak polusi.

Comments

Popular posts from this blog

Akibat rotasi dan revolusi Bulan terhadap Bumi

Dari Pramugari, Menjadi Ibu Rumah Tangga, Tiga Anak Homeschooling.